Jumat, 01 Mei 2015

FAITH.......IS ALL THINGS FOR OUR FUTURE

Perkenalkan diri saya, Yulia Pattie, tahun ini (2013) berusia 35th. 
Pada tahun 1999 saya menikah dengan pria yang secara khusus dipilih Tuhan sebagai suami saya, yaitu Didiek Hardiyanto, sebab untuk hal itu saya telah meminta dan Tuhan menunjukkan dan menjawab dengan jelas dan pasti. Demikian pula sebaliknya, suami saya pun mendapatkan petunjuk langsung dan tanda dari Tuhan tentang diri saya sebagai istrinya. Karena kami berdua dipersatukan oleh Tuhan melalui sebuah keputusan ilahi dengan berbagai petunjuk dan tanda yang diberikanNYA, maka kami tahu bahwa Allah memiliki rencana dan program atas kami berdua.

Pada tahun 2008 saya mengalami kesakitan yang luar biasa saat menstruasi, memang sejak sebelum menikah, setiap kali menstruasi saya selalu kesakitan, kadang disertai muntah-muntah dan keringat dingin. Namun saat itu kesakitan yang saya rasakan semakin meningkat dan sudah tidak tertahankan lagi.
Oleh sebab itu saya memeriksakan diri ke salah seorang dokter kandungan dan setelah dilakukan pemeriksaan USG transvaginal, saya dinyatakan menderita endometriosis berat (stadium 4) sebab sudah menyebar sampai kedua saluran tuba dan kedua ovarium. Endometriosis adalah jaringan endometrium yang secara normal seharusnya tumbuh melapisi dinding rahim untuk menerima embrio yang telah dibuahi, namun endometrium ini tumbuh di luar rahim sehingga menimbulkan rasa sakit saat menstruasi. Selain itu, dokter menemukan bahwa rahim saya letaknya terbalik (terpelintir) dan saluran tuba falopii bengkok. Dokter menyarankan agar saya segera menjalankan pengobatan hormonal untuk menekan pertumbuhan endometriosis tersebut.

Dokter kandungan yang memeriksa saya menyatakan bahwa melihat kondisi keparahan dari endometriosis dan letak rahim tersebut, dapat dipastikan bahwa endometriosis itu sudah terjadi sejak saya masih remaja.
Oleh sebab itu dokter bertanya, “Apakah Anda sudah punya anak?”
Saya jawab, “Sudah, dok.”
Dokter terkejut mendengar jawaban saya, dan kemudian untuk memastikan kembali saya menjawab dengan benar, maka dokter mengulangi pertanyaannya dengan pertanyaan yang berbeda. Dia bertanya, “Apakah anak Anda laki-laki atau perempuan?”
Jawab saya, “Keduanya, dok. Anak pertama saya perempuan namanya Holy dan anak kedua laki-laki namanya Gregory.”
Dokter kembali heran dengan jawaban saya dan dengan raut muka tidak percaya dia menjelaskan bahwa seharusnya saya tidak bisa punya anak sama sekali.

Dokter bertambah heran ketika saya menceritakan tentang vericocle yang diderita suami saya lebih dari 5 tahun sebelum itu. Vericocle adalah varises atau sumbatan pembuluh darah yang menuju testis sehingga mengakibatkan kegagalan untuk menghasilkan sperma yang sehat dalam jumlah yang cukup untuk membuahi sel telur. Dalam kasus ini suami saya menderita vericocle di sebelah kanan sehingga testis kanan mengecil dan hasil pemeriksaan sperma menunjukkan tidak ada sperma yang matang dan sehat. Meskipun dulu pernah dioperasi namun tidak bisa mengembalikan kesuburannya, dan beberapa saat kemudian kambuh lagi.

Menurut pandangan medis, dokter kandungan itu menjelaskan bahwa endometriosis saat ini merupakan penyebab utama pasangan suami-istri gagal memperoleh keturunan. Kelainan posisi rahim dan saluran tuba falopii juga merupakan penyebab kegagalan kehamilan karena tidak mungkin terjadi pembuahan jika saluran tuba membengkok dan rahim yang terpelintir tidak mungkin menerima embrio tetapi akan memuntahkannya keluar rahim.
Jadi saat itu dokter kami sangat terheran-heran dengan adanya kedua anak kami sebab secara medis bagi kami berdua (bukan hanya salah satu) sudah divonis dengan “mandul”

Sepulang dari dokter kandungan, kami berdoa dan mengucap syukur buat mujizat yang tanpa kami sadari sebelumnya ternyata sudah terjadi dalam hidup kami. Oleh sebab itu setiap kali saat kami berdoa buat keluarga, TUHAN selalu berkata,
“Kedua anakmu bukanlah milikmu, tetapi milik-KU yang AKU titipkan kepadamu. Didiklah dan ajarkanlah kepada mereka jalan-jalan-KU serta mengenal-KU yang adalah BAPA mereka sebab mereka bukan berasal darimu. AKU akan memakai mereka, yang adalah anak-KU, untuk melakukan perkara-perkara besar, untuk menggenapi rencana-KU atas dunia ini”
Betapa bersukacitanya kami, begitu TUHAN mempercayakan kepada kami untuk membesarkan kedua anak yang luar biasa, yang berasal dari TUHAN sendiri dan mereka begitu dicintai BAPA.

Kami tidak pernah berobat atau melakukan berbagai terapi untuk mendapatkan anak, bahkan kami tidak menyadari kalau ternyata kami ada masalah reproduksi. Tetapi kenyataan inilah yang kami ketahui, bahwa ketika TUHAN mempersatukan kami berdua secara supranatural, maka DIA punya rencana atas kami berdua. Seperti halnya TUHAN mempersatukan Maria dengan Yusuf secara supranatural untuk dipercaya melahirkan Yesus serta mendidik dan membesarkan-NYA; demikian pula kami dipercaya untuk melahirkan, mendidik, dan membesarkan kedua anak kami yang sebenarnya bukan anak kami secara jasmani.  Jika Abraham dan Sara memiliki seorang anak dari TUHAN pada masa tuanya, maka kami berdua memiliki dua orang anak dari TUHAN pada masa muda kami.

Apa yang mustahil bagi dunia ini, tidak mustahil bagi Allah kita. Percayalah bahwa tidak ada sesuatu yang mustahil dan sulit untuk Allah lakukan bagi anak-anak-NYA yang mau dekat dan selalu menyenangkan DIA. Sebab DIA yang adalah setia, akan memberikan segala sesuatu yang kita inginkan, bahkan segala hal terbaik yang belum kita pikirkan itu akan diberikan kepada kita.


1Korintus 2:9
Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar